MAKALAH
TUGAS KELOMPOK
PERAWATAN
MESIN KAPAL LAUT
Disusun Oleh:
NAMA : 1. FAUZAN SAPUTRA (22416722)
2. M. ALVIN R.B ( )
KELAS : 3IC05
TEKNIK PERAWATAN MESIN (SOFTSKILL)
JURUSAN TEKNIK MESIN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
2019
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar
Belakang
Sistem perawatan
yang terencana termasuk perbaikan mesin-mesin dan kapal adalah suatu pedoman
utama pelaksanaan perawatan dan perbaikan kapal, baik yang dilakukan oleh anak
buah kapal maupun perusahaan kontraktor yang ditunjuk oleh divisi teknik untuk
memperbaiki kapal.
Repair
and maintenance docking merupakan komponen-komponen
pelaksanaan perawatan dan perbaikan rutin kapal. Melalui sistem perawatan yang
terencana pula dilakukan pengawasan terhadap mesin-mesin baik mesin utama
maupun mesin bantu. Sudah tentu masalah besarnya biaya yang dikeluarkan dalam
perbaikan dan perawatan kapal akan berpengaruh terhadap laba perusahaan dan
kinerja kapal motor itu sendiri, karena anak buah kapal tidak akan bisa bekerja
tanpa didukung dengan peralatan-peralatan yang diperlukan.
Kapal dapat laut
membutuhkan perawatan dan perbaikan terutama mesin-mesin, lambung kapal, bagian
ruang muat, tanki ballast, alat-alat
bongkar muat, alat-alat keselamatan dan alat-alat navigasi, agar kapal selalu
berada di lautan dan dapat mengangkut serta memindahkan orang dan barang dari
satu pelabuhan ke pelabuhan yang lain dan mesin-mesin selalu berjalan lancar
dan tahan lama meskipun dalam kondisi cuaca yang buruk. Dalam mendukung proses
pengoperasian kapal diperlukan suatu penanganan yang baik dalam perawatan, agar
kapal tersebut dapat lancar dalam pengoperasiannya sesuai dengan yang
diinginkan.
Dengan kata lain
perawatan adalah salah satu hal yang penting untuk menunjang beroperasinya
kapal dan kinerja kapal motor perawatan atau pemeliharaan adalah suatu kegiatan
yang perlu dilaksanakan terhadap seluruh obyek baik non-teknis meliputi
manajemen dan sumber daya manusia agar dapat berfungsi dengan baik teknis
meliputi suatu material atau benda yang bergerak ataupun benda yang tidak
bergerak, sehingga material tersebut dapat dipakai dan berfungsi dengan baik
serta selalu memenuhi persyaratan internasional. Kegiatan yang diperlukan untuk
mempertahankan manajemen dan material sampai pada suatu tingkat kondisi
tertentu.Segala macam kegiatan yang ditunjukan untuk menjaga agar kapal selalu
berada dalam kondisi baik laik laut dan dapat dioperasikan untuk pengangkutan
laut pada setiap saat degan kemampuan diatas kondisi minimum tertentu. Struktur
fungsional suatu perusahaan pelayaran dengan tegas memberikan tanggungjawab
"Perawatan dan Perbaikan Mesin Kapal" kepada manajer armada yang
pelaksanaannya dibantu oleh beberapa assisten manajer.
1.2.
Tujuan
Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini yaitu
untuk mengetahui beberapa hal yang perlu diketahui yaitu :.
1. Untuk
menyampaikan tentang bagaimana tahapan untuk memperbaiki mesin kapal.
2. Mengetahui
pentingnya perbaikan & perawatan mesin kapal
1.3.
Rumusan
Masalah
Pada penulisan makalah
ini terdapat masalah mengenai perbaikan dan perawatan mesin kapal mulai dari
persiapan hingga tahap pelaksanaan.
BAB
II
LANDASAN
TEORI
2.1. Pengertian Perawatan
Perawatan atau Pemeliharaan adalah suatu
kegiatan yang perlu dilaksanakan terhadap seluruh obyek baik Non – Teknis
meliputi manajemen dan sumber daya manusia agar dapat berfungsi dengan baik dan
teknis meliputi suatu material atau benda yang bergerak ataupun benda yang
tidak bergerak, sehingga material tersebut dapat dipakai dan berfungsi dengan
baik serta selalu memenuhi persyaratan internasional. Perawatan juga diartikan
sebagai kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk mempertahankan manajemen dan
material sampai pada suatu tingkat kondisi tertentu.
2.2.
Pengertian
Perawatan Kapal
Perawatan kapal
dalam arti luas, meliputi segala macam kegiatan yang ditujukan untuk menjaga
agar kapal selalu berada dalam kondisi baik laut (sea worthyness) dan dapat dioperasikan untuk pengangkutan laut
pada setiap saat dengan kemampuan diatas kondisi minimum tertentu. Sistem
Perawatan Berencana adalah salah satu sarana untuk menuju kepada perawatan
kapal yang lebih baik.
2.3.
Tujuan
Perawatan Pada Kapal
1. Mengoptimalkan
daya dan hasil guna material sesuai fungsi dan manfaatnya (efficiency material)
2. Mencegah
terjadinya kerusakan berat secara mendadak (breakdown), serta mencegah
menurunnya efisiensi.
3. Mengurangi
kerusakan yang mendadak atau pengangguran waktu berarti menambah hari-hari
efektif kerja kapal (commission days).
4. Mengurangi
jumlah perbaikan dan waktu perbaikan pada waktu kapal melaksanakan perbaikan
Dok tahunan (economical cost)
5. Menambah
pengetahuan awak kapal dan mendidik untuk memiliki rasa tanggung jawab serta
disiplin kerja (sence of belong).
Kapal tidak akan memenuhi persyaratan standar internasional dan dinyatakan tidak
layak apabila tanpa dilandasi dengan pemahaman, pendalaman dan pelaksanaan pada
standar yang di haruskan.
2.4.
Peraturan-Peraturan Pada Kelayakan Kapal
1.
IMO the SOLAS, Chapter II-1, Part C
& E : Machinery and Electrical
Installation.
2. Sistem
manajemen perusahaan pelayaran (shipping
management system).
3. Sistem
perawatan terencana (planned maintenance
system) dengan pemahaman bahwa permesinan di kapal merupakan salah satu
“Asset Termahal” dalam perusahaan pelayaran.
BAB
III
PEMBAHASAN
3.1. Pengertian
Perawatan
Perawatan
kapal dapat diartikan sebagai suatu usaha atau kegiatan yang dilakukan terhadap
kapal untuk mencegah terjadinya kerusakan dan mengembangkan kepada kondisi yang
lebih baik. Pekerjaan perbaikan kapal dibutuhkan jika ada kerusakan yang
terjadi, karena usia kapal yang bertambah dan ausnya bagian-bagian dari
konstruksi kapal, sehingga berakibat berkurangnya kemampuan kapal. Seperti
diketahui, bahwa perwatan memerlukan penanganan yang baik dan memerlukan biaya
yang cukup mahal, sehingga perusahaan pelayaran akan selalu mengusahakan untuk
menekan biaya.
Dalam
pengoperasian kapal juga banyak terdapat kendala-kendala yang sering dihadapi,
karena masih ada pemilik kapal yang selalu memperhatikan atau memperhitungkan
bahwa perawatan bagian-bagian dari kapal secara rutin merupakan suatu
pemborosan, sehingga aspek-aspek penerapan manajemen rencana perawatan kapal
perlu diterapkan sepenuhnya dan dikendalikan seefisien mungkin. Suatu aktifitas
dan perbaikan mesin yang perlu dilaksanakan terhadap seluruh obyek baik teknis,
meliputi seluruh material atau benda yang bergerak atau tidak bergerak sehingga
material tersebut dapat dipakai dan berfungsi dengan baik serta selalu memenuhi
persyaratan Standar Internasional dan non teknis.
Meliputi
manajemen dan sumber daya manusia agar dapat berfungsi dengan baik. Kegiatan
yang diperlukan untuk mempertahankan manajemen dan material sampai pada suatu
tingkat kondisi tertentu.Segala macam kegiatan yang ditunjukan untuk menjaga
agar kapal selalu berada dalam kondisi baik laik laut dan dapat dioperasikan
untuk pengangkutan laut pada setiap saat degan kemampuan diatas kondisi minimum
tertentu.
3.2.
Metode
Perbaikan & Perawatan Mesin
1. Perawatan
Insidentil (Breakdown Repair)
Perawatan
Insidentil artinya kita membiarkan mesin terus menerus sampai rusak (Down Time), baru kemudian dilaksanakan
perawatan dan perbaikan (Break down
repair). Strategi perawatan insidentil dalam teorinya tidak disarankan,
namun kenyataannya sering terjadi di kapal, karena berbagai alasan antara lain
:
a. Tidak
mengacu standar perawatan dan perbaikan kapal (PMS) sesuai dengan Manual
Instruction Book.
b. Tidak adanya kepedulian / kepekaan para
pengawas terhadap ketidak – teraturan pelaksanaan pekerjaan perawatan.
c. Tidak
adanya bukti-bukti terjadi kerusakan-kerusakan, kekurangan sebelumnya, kapal
menganggur dan kerugian-kerugian lainnya.
d. Tidak
tersedianya suku cadang yang cukup untuk setiap pesawat / mesin, sehingga
memhambat waktu operasi kapal pada saat menunggu pengadaan suku cadang
tersebut.
e. Banyak data-data yang dilaporkan dari kapal ke
darat (kantor), namun sedikit saja yang diproses untuk manfaat perawatan dan
perbaikan kapal.
2.
Perawatan Berencana (Plan Maintenance)
Perawatan
Berencana artinya kita sudah menentukan dan mempercayakan kepada seluruh
prosedur perawatan yang dibuat oleh ”MAKER” melalui Manual Instruction Book,
untuk dilaksanakan dengan benar, tepat waktu dan berapapun biaya perawatan yang
akan dikeluarkan tidak menjadi masalah, demi mempertahankan operasi kapal tetap
lancar tanpa pernah menganggur dan memperkecil / mencegah kerusakan yang
terjadi (Life Time). Beberapa keuntungan-keuntungan perawatan berencana yang
dilaksanakan dengan baik dan benar, antara lain :
a. Memperpanjang
waktu kerja unit pesawat / mesin dan mempertahankan nilai penyusutan pada kapal
b. Kondisi
material pada pesawat / mesin dapat dipantau setiap saat oleh setiap pengawas
atau personil di darat, hanya dengan melihat pelaporan administrasi perawatan.
c. Dengan tersedianya suku cadang yang cukup,
maka pada saat ada perawatan dan perbaikan tidak kehilangan waktu operasi.
d. Operasi
kapal lancar dengan memberi rasa aman dan tenang pikiran kepada semua personil
kapal dan manajemen darat bahwa semua pesawat / mesin bekerja secara optimal,
normal dan terkontrol dengan benar.
e. Walaupun
biaya perawatan sangat besar, namun semua itu dapat diperhitungkan sesuai
anggaran biaya perawatan dan diperkirakan paling sedikit ada penghematan biaya
sebesar 20%.
3. Perawatan Pencegahan (Prevention Maintenance)
Pengertian
pencegahan lebih baik daripada menunggu kerusakan yang lebih berat, adalah
merupakan suatu pemahaman yang harus benar-benar tertanam pada setiap orang
yang bertanggung jawab atas suatu perawatan. Perawatan pencegahan adalah bagian
dari pelaksanaan pekerjaan perawatan berencana yang bertujuan untuk :
a. Memantau
perkembangan yang terjadi pada hasil pekerjaan perawatan secara terusmenerus
sampai batas nilai-nilai yang diijinkan.
b. Menemukan kerusakan dalam tahap yang lebih
dini, sehingga masih ada kesempatan untuk merencanakan pelaksanaan waktu perawatan.
c. Mencegah
terjadinya kerusakan atau bertambahnya kerusakan, yang dapat mengakibatkan
terhentinya operasi kapal. ü
Suatu tugas yang perlu dilakukan agar kita dapat menelusuri jalannya kerusakan
terhadap nilai keselamatan dan nilai ekonomis kapal.
4. Perawatan dan Perbaikan (Repair and
Maintenance)
Perawatan
dan perbaikan adalah bagian dari pelaksanaan pekerjaan perawatan berencana yang
bertujuan untuk :
a. Memperbaiki
setiap kerusakan yang terpantau, walaupun belum waktunya dilaksanakan
perbaikan.
b. Mencegah
terjadinya kerusakan atau bertambahnya kerusakan yang lebih besar.
5. Perawatan Periodik (Period
Maintenance)
Perawatan
periodik adalah bagian pelaksanaan pekerjaan perawatan pencegahan yang
dilakukan secara periodik berdasarkan waktu kalender atau jam kerja dengan
mengacu kepada Manual Instruction Book, yaitu :
a. Perawatan
yang dilaksanakan secara waktu kalender :
1) Perawatan
secara rutin (daily)
2) Perawatan
secara mingguan (weekly)
3) Perawatan
secara bulanan (monthly)
4) Perawatan
secara Tiga bulan (quarterly)
5) Perawatan
secara tahunan (yearly / annual survey) dan
6) Perawatan
secara lima tahunan (special survey)
b.
Perawatan yang dilaksanakan secara jam
kerja :
Perawatan
setiap 250 jam sekali, Setiap 500 jam, setiap 1000 jam, 2000 jam, 4000 jam,
8000 jam, 10000 jam, dan seterusnya, terhitung setelah selesai perbaikan (overhaul).
Macam-macam
rencana kerja guna perawatan dan perbaikan permesinan, yaitu :
1) Rencana
kerja berdasarka kondisi mesin yang sudah memerluka perawatan dan perbaikan,
misal : mesin – mesin yang sudah dalam keadaan rusak, sedangkan yang masih
bekerja baik belum perlu dirawat (rencana kerja warisan).
2) Rencana
kerja berdasarkan prioritas pada mesin-mesin yang penting, yang langsung
berkaitan dengan operasi kapal, misal : mesin induk, genset, mesin kemudi,
ketel uap, dll (rencana kerja prioritas).
3) Rencana
kerja berdasarkan jam kerja yang sudah waktunya dilakukan perawatan dan
perbaikan, walaupun mesin masih bekerja baik namun sudah waktunya harus di over
haul, mencegah terjadinya kerusakan (rencana kerja terencana).
4) Rencana
kerja berdasarka kondisi suku cadang yang masih ada diatas kapal , yaitu :
hanya mesin-mesin yang mempunyai suku cadangyang cukup saja yang mendapatkan
perawatan dan perbaikan (rencana kerja kondisi).
5) Rencana
kerja menunggu apabila terjadi kerusakan, baru dilaksanakan perawatan dan
perbaikan, walaupun kapal harus mengalami penundaan operasi.
3.3. Tahap
Perbaikan & Perawatan Motor Penggerak Utama
Tahapan – tahapan perawatan
dan perbaikan mesin penggerak utama, yang popular dalam bahasa permesinan
adalah Top Overhaul dan Major Overhaul
3.3.1. Top Overhaul
Top Overhaul adalah
tahapan pertama perawatan dan perbaikan untuk pembersihan, pemeriksaan,
pengukuran, penganalisaan, penggantian baru pada semua bagianbagian/material
mesin yang di Overhaul.
1. Top
Overhaul meliputi material :
a.
Kepala Silinder (Cylinder Head / Cylinder Cover).
b. Penekan
Katup lengkap (Rocker Arm Bush, Pin,
Bolts).
c. Batang
Pendorong Rocker Arm (Push Rod for rocker
arm).
d. Katup
Buang lengkap (Exhaust Valve Spindle,
Seat).
e. Bushing
batang Katup buang / masuk (Guide bush
for Exh & Inlet).
f. Katup
Penunjuk Pembakaran (Indicator Cock Set).
g. Katup
Keamanan (Safety Valve Set).
h. Katup
Udara Penjalan (Air Starting Valve Set).
i.
Pengabut Bahan – bakar (Fuel Oil Injector Set).
j.
Pompa Bahan – baker (Fuel Oil Injector Pump).
k. Ruang
Pendingin Udara Pembilas (Air Scavanging
Cooler). Pompa Udara Bilas (Air
Scavanging Blower).
l. Sistem Udara Pengontrol (Pneumatic
Control System) o Sistem Pengaman (Safety Devise System) o Alat-alat Pengukur
Panas (Thermometers)
m. Alat-alat
Pengukur Tekanan (Pressure Gauge / Manometer)
n. Penggantian
MInyak Pelumas (Lube Oil Crankcase Renew)
o. Pemeriksaan
Baut dan Mur Ruang Engkol (Bolt & Nut Inspection)
p. Kunci
– kunci / peralatan khusus (Special Tools) dan lainnya.
2. Penjelasan
Top Overhaul :
Kepala
Silinder (Cylinder Head/Cylinder Cover) Kepala
silinder merupakan salah satu bagian dari mesin yang sangat penting, dimana
fungsi pertama bagian ini sebagai tempat terjadinya tekanan dan ledakan hasil
usaha dari setiap silinder mesin. Fungsi kedua adalah untuk menempatkan seluruh
bagian / peralatan penting lainnya seperti tertulis pada pekerjaan Top Overhaul tersebut.
3. Perawatan
dan Perbaikan :
a. Menjaga
seluruh ruangan pendingin didalam kepala silinder tetap bersih, pastikan terisi
penuh dengan air pendingin, jangan sampai terjadi adanya ”udara” terjebak
didalamnya, hal ini dapat menyebabkan keretakan pada kepala silinder tersebut.
b. Menjaga suhu air pendingin tetap stabil pada
saat mesin penggerak utama bekerja ataupun sedang tidak bekerja, hal ini juga
dapat menyebabkan keretakan pada kepala silinder.
c. Seluruh
permukaan dudukan (setting) kepala silinder, katup-katup yang menempel harus
selalu dalam keadaan rata dan bersih, sebab kerusakan pada salah satu bagian
permukaan ini dapat mengakibatkan rusaknya 1 unit kepala silinder
d. Penekan
Katup lengkap (Rocker Arm Bush, Pin, Bolts).Penekan Katup Lengkap ini merupakan
bagian kecil yang paling banyak bergerak melayani pembukaan dan penutupan katup
buang dan katup masuk, sehingga gesekan yang juga sangat banyak dan menimbulkan
keausan-ausan yang tidak merata, perawatannya dengan sistem pelumasan yang
cukup dan lancar.
e. menjaga
sistem minyak pelumasan yang cukup dan lancar untuk seluruh bagian Rocker Arm
tersebut. karena pada mesin dengan putaran per menit antara 720 – 1800 Rpm,
maka dapat dibayangkan dalam waktu 1 (satu) menit bagian-bagian yang bergesekan
menerima beban sampai 720 – 1800 kali gesek.
f. Pada
jadwal dilakukannya perawatan Top Overhaul, maka seluruh bagian Rocker Arm ini
harus diperiksa dengan teliti dan bila perlu adakan pergantian material baru.
Keausan pada Bush & Pin walaupun hanya sedikit atau sangat kecil, akan
berdampak langsung kepada penyetelan ”Clearence” katup buang dan katup masuk,
maka akibatnya dapat terjadi kerugian pembakaran didalam silinder.
g. Pengukuran
atau penyetelan jarak kelonggaran (clearence) pada katup buang dan katup masuk
tergantung dari besar kecilnya tenaga mesin dan pabrik pembuatnya. Pengalaman
dari beberapa instruction book pada mesin dibawah 5.000 HP. Menunjukkan antara
0,15 – 0,35 milimeter dan mesin diatas 5.000 HP (umumnya 2 tak) menunjukan
antara 0,30 – 0,50.
3.3.2.
Major
Overhaul
Major Overhaul adalah
tahapan kedua perawatan dan perbaikan untuk pembersihan, pemeriksaan, pengukuran,
penganalisaan, penggantian baru pada semua bagianbagian/material mesin yang
bergerak. Pelaksanaaannya dilakukan pada saat mesin sudah bekerja sudah
mencapai antara 8.000 jam kerja – 16.000 jam kerja.
1. Major
Overhaul meliputi material :
a. Semua
material yang dikerjakan pada saat Top
Overhaul.
b. Semua
material dan semua bagian-bagian yang bergerak pada mesin diesel tersebut yaitu
:
c. Pelapis
Silinder (Cylinder Liner)
d. Torak
& Ring Torak (Piston & Piston Ring)
e. Kepala
Silang (Cross Head)
f. Batang
Torak (Connecting Road)
g. Metal
Jalan(Crank Pin Bearing)
h. Poros
Engkol (Crank Shaft Journal)
i.
Metal Duduk (Main Bearing)
j.
Poros Nok & Penggeraknya (Camshaft & Diving Divices)
k. Turbin
Gas Buang (Turbo Charger)
l.
Pompa Bahan-bakar (Fuel Oil Injection Pump)
m. Pendingin
Udara Pembilas (Air Scavanging Cooler)
n. Pompa
Udara Bilas (Air Scavanging Blower)
o.
Poros Penerus & Metal (Intermediate Shaft & Bearing)
p. Sistem
Udara Pengontrol (Pneumatic System
Control)
q. Sistem
Pengaman (Safety Device System)
r.
Alat-alat Pengukur Panas (Thermometers)
s. Alat-alat
Pengukur Tekanan (Pressure Gauge /
Manometer)
t.
Kunci – kunci / Peralatan Khusus (Special Tolls)
u. Panel
Kontrol (Engine Control Panel) dan
lainnya.
2. Penjelasan
Perawatan Major Overhaul.
Major
Overhaul adalah salah satu tindakan atau bagian penting dari suatu sistem
perawatan dan perbaikan yang dilakukan pada semua Motor Diesel untuk semua type
dan jenis dari pabrik manapun.
Tujuan
utama dilaksanakan perawatan dan perbaikan Major Overhaul ini antara lain
adalah :
a. Mengembalikan
kondisi ”performance” semula mesin (diesel) yang sudah bekerja dan berjasa
melakukan langkah-usaha antara 8.000 – 16.000 jam kerja dengan menggunakan
banyak komponen yang bergerak, sudah seharusnya dilakukan penggantian material
yang 100% baru, sehingga diharapkan ”performance” Mesin dapat kembali normal
seperti 95% baru.
b. Dalam
kenyataannya dilapangan tidak semua dilakukan penggantian material baru,
terutama material yang kondisinya masih cukup baik dan belum melebihi
ambangbatas maksimum yang diijinkan, artinya material tersebut masih layak
untuk dipakai dalam kondisi antara70% - 80% (misal : Cylinder Liner, Cylinder
Head, piston, spring, Exhaust & Intake Valves), sehingga diharapkan
”performance” mesin hanya dapat mencapai sekitar 70% saja.
c. Kondisi
pada Item tersebut diatas adalah yang paling banyak dilakukan dilapangan/di
kapal, dengan banyak pertimbangan bahwa perusahaan tidak menghendaki antara
lain :
1) Biaya
perawatan dan perbaikan yang besar
2) Kecepatan
kapal yang maksimum
3) Perawatan
dan perbaikan sesuai dengan Running Hours
4) Pengawasan
perusahaan dan Class yang ketat
5) Safety
Management yang terlalu formal
SUMBER
: FAUZI IMAM HIDAYAT. TUGAS PRAKTEK GALANGAN KAPAL. UNIVERSITAS DIPONOGORO.
SEMARANG
