MAKALAH GENERATOR DIESEL
SOFTSKILL
![]() |
Disusun Oleh :
NAMA : FAUZAN SAPUTRA
NPM : 22416722
KELAS : 3IC05
MATA KULIAH TEKNIK PERAWATAN MESIN
JURUSAN TEKNIK MESIN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
2019
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perawatan adalah suatu konsepsi dari semua aktivitas yang diperlukan untuk menjaga
atau mempertahankan kualitas peralatan agar tetap dapat berfungsi dengan baik
seperti dalam kondisi sebelumnya.
Dari pengertian diatas, dapat diartikan
bahwa perawatan adalah :
·
Fungsi
perawatan sangat berhubungan erat dengan proses produksi
·
Peralatan
yang dapat digunakan terus untuk berproduksi adalah hasil adanya perawatan
·
Aktivitas
perawatan banyak berhubungan erat dengan pemakaian peralatan, bahan pekerjaan,
cara penanganan dlln.
·
Aktivitas
perawatan harus dikontrol berdasarkan pada kondisi yang terjaga.
Adapun
bentuk-bentuk perawatan adalah :
1. Perawatan sesudah rusak
(breakdown)
2. Perawatan rutin ( preventive maintenance).
3. Perawatan ulang (corrective maintenance).
4. Perawatan produktif
Dalam makalah ini, penulis membahas
tentang teknik dan manajemen perawatan mesin genset.
.
BAB II
PERAWATAN
2.1
Pengenalan Mesin Genset
Salah satu masalah yang masih sering terjadi di
negara Indonesia adalah kekurangan pasokan tenaga listrik di berbagai daerah di
Indonesia. Hal ini tentu mengakibatkan terjadinya pemadaman listrik yang tidak
terduga. Tentunya pemadaman yang dilakukan oleh PLN (Perusahaan Listrik Negara)
sangat mengganggu aktivitas warga, baik dalam lingkup rumah tangga, kantor,
ataupun industri pabrik.
Seiring
dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat di zaman modern sekarang, kini
banyak orang yang mulai melirik genset sebagai media cadangan jika
sewaktu-waktu listrik dari PLN padam.
Lalu apa sebenernya genset
itu? Dan bagaimana cara kerja mesin genset tersebut? Sebelum mengenal
genset kita mencoba mengenal terlebih dahulu generator. Alat generator
ialah sebuah mesin yang mampu mengubah tenaga mekanis menjadi tenaga listrik dengan
proses induksi elektromagnetik. Generator ini memperoleh energi mekanis
dari prime mover. Generator arus bolak-balik (AC) popular disebut dengan
sebutan alternator. Generator didesain untuk mampu menyuplai tenaga listrik
pada saat terjadi gangguan, dimana suplai tersebut digunakan untuk beban
prioritas.
Sekarang kita
mengenal genset (generator set) sendiri bagian dari generator. Genset
ialah suatu alat yang dapat mengubah energi mekanik menjadi energi
listrik. Genset atau sistem generator penyaluran adalah suatu generator listrik
yang terdiri dari panel, berenergi solar dan terdapat kincir angin yang
ditempatkan pada suatu tempat.

Genset mampu
digunakan sebagai sistem cadangan listrik atau "off-grid" (sumber
daya yang tergantung atas kebutuhan pemakai). Genset dipakai oleh rumah
sakit, pusat perbelanjaan dan industri yang menginginkan sumber listrik
yang besar dan relatif stabil.
Generator terpasang satu poros dengan motor
diesel, yang biasanya memakai generator sinkron (alternator) pada pembangkitan.
Generator sinkron mempunyai dua bagian utama, yaitu sistem medan magnet dan
jangkar. Generator ini kapasitasnya besar, medan magnetnya berputar karena
terletak pada rotor.
2.2
Petunjuk Keamanan Pengoperasian Genset
Genset
dirancang dengan pertimbangan yang tinggi terhadap segi keamanan. Namun, bagaimanapun
juga keamanan dan efisiensi dalam pengoperasian akan dapat diperoleh jika
memperhatikan petunjuk-petunjuk berikut ini:
1. Mengoperasikan dengan benar
Jalankan mesin sesuai
petunjuk yang diberikan dalam buku petunjuk pengoperasian genset. Jangan menjalankan mesin jika tidak
mengetahui dengan baik perihal pengoperasian genset. Pastikan bahwa operator
genset mengetahui cara-cara pengoperasian yang benar. Berilah penjelasan yang
detail sesuai dengan buku petunjuk.
2. Jauhkan genset dari tempat
yang basah
Menjalankan
genset di tempat yang langsung terkena hujan, lembab atau genangan air dapat
beresiko untuk terjadinya sengatan listrik. Dianjurkan untuk memasang grounding
pada genset dan beban serta memberikan atap pelindung.
3. Peletakan genset
Genset harus
diletakkan di tempat yang permukaannya rata atau di atas pondasi yang kuat dan
tidak labil. Pondasi yang
tidak kuat bisa menyebabkan kerusakan genset.
4. Jagalah kebersihan genset
Genset
harus dijaga dengan baik dan anggaplah sebagai partner dalam bisnis anda.
Rawatlah genset anda agar selalu tampak bersih. Jangan biarkan
kebocoran-kebocoran yang terjadi berlangsung lama, dan bersihkan debu atau
kotoran yang menempel di radiator. Jangan meletakkan barang-barang yang tidak penting
di sekitar genset.
5. Lakukan perawatan genset
secara teratur
Rawatlah genset dengan
baik dan ikuti petunjuk pada buku manual genset. Pakailah bahan bakar dan oli
pelumas sesuai dengan yang disarankan pabrik pembuat mesin. Gantilah sparepart dengan memakai
sparepart yang original agar genset anda dapat beroperasi dalam jangka waktu
lama dan lancar.
6. Perhatikan sirkulasi udara
Jika
genset dioperasikan di dalam ruangan, maka harus dibuat ventilasi udara yang
baik. Asap knalpot yang sangat beracun harus terbuang ke luar ruangan dengan
baik. Jauhkan gas buang mesin dari manusia dan hewan piaraan. Udara panas dari
radiator juga harus dikeluarkan langsung melalui ducting /cerobong dan tidak
boleh ada aliran balik agar mesin tidak panas.
7. Matikan mesin segera jika
ada kejadian yang tidak normal
Jika
genset diketahui beroperasi secara tidak wajar atau menunjukkan ketidaknormalan
seperti getaran yang tinggi, suara yang kasar atau tersendatsendat maka segera
matikan genset dan perbaiki masalahnya secepat mungkin.
8. Merawat kabel-kabel
instrumen dengan teratur
Kerusakan
kabel-kabel instrumen dapat berakibat fatal dan dapat membahayakan manusia.
Segera perbaiki atau ganti jika ditemukan ada kabel yang terkelupas, sambungan
kabel yang kendor atau jika tercium bau kabel terbakar.
9. Hindari beban lebih (overload)
Generator diberikan
sebuah circuit breaker (MCCB) untuk pengaman beban lebih yang mana akan bekerja
(trip) jika terjadi kelebihan beban. Jika hal ini terjadi maka harus dilakukan
pengurangan beban sebelum menghidupkan genset kembali.
10. Jangan sentuh terminal output
Jangan
sentuh terminal output ketika genset beroperasi karena dapat menimbulkan
sengatan listrik. Putuskan circuit breaker (MCCB) kalau akan melakukan
pemasangan kabel power.
11. Pasanglah kabel dengan baik dan benar
Kabel
power harus terpasang dengan benar untuk menghindari hubungan singkat.
Perhatikan petunjuk / kode pada stiker di terminal output. Kencangkan setiap
kabel yang dipasang dan jangan sampai kendor karena
bisa berbahaya.
bisa berbahaya.
12. Hindarkan air terhadap bagian listrik
Jagalah
jangan sampai air membasahi terminal output, kabel kontrol / instrumen dan
generator. Karena hal ini dapat menyebabkan hubung singkat.
13. Hindarkan pipa knalpot
dari air hujan
Pasanglah
sambungan pipa elbow atau raincap untuk mencegah air hujan masuk ke dalam pipa
knalpot. Buanglah air yang masuk ke knalpot secara rutin melalui drain plug di
bagian bawah knalpot (genset silent type).
14. Berhati-hatilah terhadap kebakaran
Bahan
bakar dan minyak pelumas adalah bahan yang mudah terbakar. Jagalah jangan
sampai minyak berceceran di sekitar genset. Jagalah kebersihan bagian dalam
genset (lapisan peredam) karena mudah terbakar jika terkontaminasi minyak.
Jauhkan genset dari lingkungan kerja yang banyak menggunakan api.
2.3
Perawatan Pada Mesin Genset
Prosedur pemeliharaan genset terdiri dari
2 bagian, yaitu Preventive Maintenance dan Corrective Maintenance.
·
Preventive
Maintenance
Yaitu
pemeliharaan rutin yang dilakukan pada genset, ATS dan Fuel System. Kunjungan perawatan
ini dilakukan 1 kali sebulan.
·
Corrective
Maintenance
Kunjungan
perawatan yang dilakukan di luar jadwal, yang biasanya diakibatkan adanya
kondisi gangguan darurat yang terjadi pada mesin genset.
Berikut adalah rincian yang
mendetail dari bidang perawatan genset, antara lain:
·
Ganti
oli
·
Ganti
oli filter
·
Bersihkan
tangki oli dan sedimen di bagian bawah tangki oli.
·
Periksa
apakah pipa minyak mengalami kebocoran atau distorsi, dan ganti jika perlu.
·
Periksa
pipa dalam sistem pendingin, dan memastikan bahwa tidak terjadi kebocoran air.
·
Periksa
dan memastikan kapasitas baterai memadai.
·
Periksa
terminal kabel baterai, dan memastikan tidak ada karat dan sambungan kabel yang
dapat diandalkan.
·
Periksa
dan memastikan setiap baut dan mur tidak ada yang longgar.
·
Periksa
tingkat abrasi dari sabuk pengangkutan.
·
Periksa
dan memastikan kembali apakah kapasitas baterai telah memadai.
·
Menyalakan
genset, kemudian memeriksa peralatan tersebut dan menangani kesalahan abnormal,
seperti :
1. Periksa parameter yang ditampilkan pada
LCD termasuk daya keluaran, tegangan, arus, frekuensi, kecepatan putar, tekanan
oli, dan suhu air.
2. Periksa apakah generator diesel mempunyai
kebocoran (seperti kebocoran minyak, kebocoran air, dan kebocoran gas).
3. Periksa apakah unit mempunyai getaran yang
normal.
·
ATS
pemeliharaan :
1. Periksa dan memastikan sambungan kabel
masing-masing dapat diandalkan.
2. Periksa dan memastikan kontak saat ini
dalam status kerja yang normal.
3. Melakukan test dan memastikan otomatis
beralih fungsi dari ATS adalah normal.
·
Periksa
dan pastikan fungsi AMF adalah normal.
·
Periksa
dan memastikan fungsi auto minyak saat pasokan normal.
·
Mengubah
udara filter.
·
Mengubah
filter bahan bakar.
·
Periksa
dan memastikan tangki air radiator bersih.
·
Periksa
bantalan kipas dan lumasi bantalan jika diperlukan.
·
Periksa
apakah lapisan kabel generator rusak dan mempunyai resiko kebocoran, mengubah
kabel jika diperlukan dan memeriksa setiap terminal kabel.
·
Mengukur
dan mencatat ketahanan gulungan dan menjamin isolasi genset.
·
Bersihkan sistem pendingin,
mengubah cairan pendingin dan filter pendingin cair.
·
Periksa tingkat abrasi kipas,
pompa dan sabuk menyampaikan generator dan menggantikan mereka jika perlu.
·
Lumasi bantalan generator AC’s.
·
Menyediakan
bahan yang diperlukan untuk menjaga generator, termasuk minyak, filter oli,
filter udara, minyak dan pemisah air, pendingin cair, dan pendinginan filter
cair.
Maintenance (perawatan) genset
dilakukan dalam berbagai tahapan menurut pemkaian dari waktu pakai (jam) dan
biasa disebut dengan running hour terbagi dalam beberapa jenis perawatan:
Penggantian
rutin oli : Min 540 jam
Penggantian
filter : 1620 jam
Penggantian
filter udara : 1080 jam
·
Dengan
masa garansi habis
Penggantian rutin oli : Min 540 jam
Penggantian filter : 1620 jam
Penggantian filter udara : 1080 jam
2.4 Overhoul Genset
Overhoul genset adalah masa
pemakaian pada genset. Yang harus dilakukan pada masa pemakaian 5000 jam (
overhoul ringan / top overhoul) antara lain:
·
Pengecekan
gasket
·
Pengecekan
kebocoran (oli, air, dsb.)
·
Penggantian
filter (oli filter, feul filter)
·
Pengecekan
fan belt.
·
Pengecekan
kompresi.
Dalam masa ini pula bisa
terjadi kerusakan dan tergantung dari kondisi pemakaian dan kapasitas tenaga
yang telah dihasilkan.
Dalam perawatan mesin genset,
juga dikenal general overhoul. Ini dilakukan apabila engine telah mencapai 12000 jam. General overhoul
sudah dilakukan karena alasan sebagai berikut:
1. Kondisi engine tidak stabil seperti baru.
2. Kinerja engine menurun hingga 80 %
disebabkan karena komponen genset sudah aus.
3. Untuk mengembalikan kinerja engine 80 %.
4. Dengan ausnya komponen yang setiap part
hampir 45% yang disebabkan adanya gesekan.
5. Menghindari major / serious damage.
6. Terjadinya mesin boros karena kinerja dari
tiap part terjado keausan sehingga tenaga mesin tidak maksimal.
7. Bisa memberikan efisiensi karena bahan
bakar yang disuplai untuk engine lebih hemat.
8. Karena filter solar kotor.
Cakupan kerja
dalam general overhoul genset antara lain :






7.
Penggantian filter-filter




12. Sevice radiator




16. Pengecekan generator

17. Perangkaian engine

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
a.Seringnya terjadi kerusakan pada mesin
genset sebagian besar karena adanya paksaann saat pemakaian, dimana mesin
genset terus menerus dihidupkan untuk memperoleh listrik.
b.Pada mesin genset umumnya
komponen-komponen hampir sama dengan mesin sepeda motor, yang membedakan hanya
mesin genset memutar generator untuk menghasilkan listrik sedangkan pada sepeda
motor untuk memutar roda gigi.
c. Sebagian
orang hanya mengetahui bagaimana menghidupakan dan mematikan mesin genset tanpa
mengetahui apa-apa saja kerja yang berbahaya untuk jangka lama pemakaian,
seperti lamanya penggunaan dan besarnya penggunaan daya listrik yang
diperlukan. Sehingga mesin selalu dalam performa maksimal yang sangat
mempercepat kerusakan.



