Sunday, July 14, 2019


MAKALAH GENERATOR DIESEL
SOFTSKILL



Description: LOGO GUNADARMA
 









 Disusun Oleh :

                                 NAMA         : FAUZAN SAPUTRA
                                 NPM             : 22416722
                                 KELAS        : 3IC05



MATA KULIAH TEKNIK PERAWATAN MESIN
JURUSAN TEKNIK MESIN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
2019

BAB I
PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang
               Perawatan  adalah suatu konsepsi dari semua aktivitas yang diperlukan untuk menjaga atau mempertahankan kualitas peralatan agar tetap dapat berfungsi dengan baik seperti dalam kondisi sebelumnya.
               Dari pengertian diatas, dapat diartikan bahwa perawatan adalah :
·         Fungsi perawatan sangat berhubungan erat dengan proses produksi
·         Peralatan yang dapat digunakan terus untuk berproduksi adalah hasil adanya perawatan
·         Aktivitas perawatan banyak berhubungan erat dengan pemakaian peralatan, bahan pekerjaan, cara penanganan dlln.
·         Aktivitas perawatan harus dikontrol berdasarkan pada kondisi yang terjaga.
Adapun bentuk-bentuk perawatan adalah :
1. Perawatan sesudah rusak (breakdown)
2. Perawatan rutin ( preventive maintenance).
3. Perawatan ulang (corrective maintenance).
4. Perawatan produktif
               Dalam makalah ini, penulis membahas tentang teknik dan manajemen perawatan mesin genset.
.
BAB II
PERAWATAN

2.1        Pengenalan Mesin Genset
          Salah satu masalah yang masih sering terjadi di negara Indonesia adalah kekurangan pasokan tenaga listrik di berbagai daerah di Indonesia. Hal ini tentu mengakibatkan terjadinya pemadaman listrik yang tidak terduga. Tentunya pemadaman yang dilakukan oleh PLN (Perusahaan Listrik Negara) sangat mengganggu aktivitas warga, baik dalam lingkup rumah tangga, kantor, ataupun industri pabrik.
          Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat di zaman modern sekarang, kini banyak orang yang mulai melirik genset sebagai media cadangan jika sewaktu-waktu listrik dari PLN padam.
Lalu apa sebenernya genset itu?  Dan bagaimana cara kerja mesin genset tersebut? Sebelum mengenal genset kita mencoba mengenal  terlebih dahulu generator. Alat generator ialah sebuah mesin yang mampu mengubah tenaga mekanis menjadi tenaga listrik dengan proses induksi elektromagnetik. Generator ini memperoleh  energi mekanis dari prime mover. Generator arus bolak-balik (AC) popular disebut dengan sebutan alternator. Generator didesain untuk mampu menyuplai tenaga listrik pada saat terjadi gangguan, dimana suplai tersebut digunakan untuk beban prioritas.
Sekarang kita mengenal genset (generator set) sendiri  bagian dari generator. Genset ialah  suatu alat yang dapat mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Genset atau sistem generator penyaluran adalah suatu generator listrik yang terdiri dari panel, berenergi solar dan terdapat kincir angin yang ditempatkan pada suatu tempat.
Genset mampu digunakan sebagai sistem cadangan listrik atau "off-grid" (sumber daya yang tergantung atas kebutuhan pemakai).  Genset dipakai oleh rumah sakit, pusat perbelanjaan dan industri yang menginginkan  sumber listrik yang besar dan relatif stabil.
   Generator terpasang satu poros dengan motor diesel, yang biasanya memakai generator sinkron (alternator) pada pembangkitan. Generator sinkron mempunyai dua bagian utama, yaitu sistem medan magnet dan jangkar. Generator ini kapasitasnya besar, medan magnetnya berputar karena terletak pada rotor.
2.2        Petunjuk Keamanan Pengoperasian Genset
               Genset dirancang dengan pertimbangan yang tinggi terhadap segi keamanan. Namun, bagaimanapun juga keamanan dan efisiensi dalam pengoperasian akan dapat diperoleh jika memperhatikan petunjuk-petunjuk berikut ini:
1. Mengoperasikan dengan benar
         Jalankan mesin sesuai petunjuk yang diberikan dalam buku petunjuk pengoperasian genset. Jangan menjalankan mesin jika tidak mengetahui dengan baik perihal pengoperasian genset. Pastikan bahwa operator genset mengetahui cara-cara pengoperasian yang benar. Berilah penjelasan yang detail sesuai dengan buku petunjuk.
2. Jauhkan genset dari tempat yang basah
         Menjalankan genset di tempat yang langsung terkena hujan, lembab atau genangan air dapat beresiko untuk terjadinya sengatan listrik. Dianjurkan untuk memasang grounding pada genset dan beban serta memberikan atap pelindung.
3. Peletakan genset
         Genset harus diletakkan di tempat yang permukaannya rata atau di atas pondasi yang kuat dan tidak labil. Pondasi yang tidak kuat bisa menyebabkan kerusakan genset.
4. Jagalah kebersihan genset
         Genset harus dijaga dengan baik dan anggaplah sebagai partner dalam bisnis anda. Rawatlah genset anda agar selalu tampak bersih. Jangan biarkan kebocoran-kebocoran yang terjadi berlangsung lama, dan bersihkan debu atau kotoran yang menempel di radiator. Jangan meletakkan barang-barang yang tidak penting di sekitar genset.
5. Lakukan perawatan genset secara teratur
         Rawatlah genset dengan baik dan ikuti petunjuk pada buku manual genset. Pakailah bahan bakar dan oli pelumas sesuai dengan yang disarankan pabrik pembuat mesin. Gantilah sparepart dengan memakai sparepart yang original agar genset anda dapat beroperasi dalam jangka waktu lama dan lancar.
6. Perhatikan sirkulasi udara
         Jika genset dioperasikan di dalam ruangan, maka harus dibuat ventilasi udara yang baik. Asap knalpot yang sangat beracun harus terbuang ke luar ruangan dengan baik. Jauhkan gas buang mesin dari manusia dan hewan piaraan. Udara panas dari radiator juga harus dikeluarkan langsung melalui ducting /cerobong dan tidak boleh ada aliran balik agar mesin tidak panas.


7. Matikan mesin segera jika ada kejadian yang tidak normal
         Jika genset diketahui beroperasi secara tidak wajar atau menunjukkan ketidaknormalan seperti getaran yang tinggi, suara yang kasar atau tersendatsendat maka segera matikan genset dan perbaiki masalahnya secepat mungkin.
8. Merawat kabel-kabel instrumen dengan teratur
         Kerusakan kabel-kabel instrumen dapat berakibat fatal dan dapat membahayakan manusia. Segera perbaiki atau ganti jika ditemukan ada kabel yang terkelupas, sambungan kabel yang kendor atau jika tercium bau kabel terbakar.
9. Hindari beban lebih (overload)
         Generator diberikan sebuah circuit breaker (MCCB) untuk pengaman beban lebih yang mana akan bekerja (trip) jika terjadi kelebihan beban. Jika hal ini terjadi maka harus dilakukan pengurangan beban sebelum menghidupkan genset kembali.
10. Jangan sentuh terminal output
         Jangan sentuh terminal output ketika genset beroperasi karena dapat menimbulkan sengatan listrik. Putuskan circuit breaker (MCCB) kalau akan melakukan pemasangan kabel power.
11. Pasanglah kabel dengan baik dan benar
         Kabel power harus terpasang dengan benar untuk menghindari hubungan singkat. Perhatikan petunjuk / kode pada stiker di terminal output. Kencangkan setiap kabel yang dipasang dan jangan sampai kendor karena
bisa berbahaya.
12. Hindarkan air terhadap bagian listrik
         Jagalah jangan sampai air membasahi terminal output, kabel kontrol / instrumen dan generator. Karena hal ini dapat menyebabkan hubung singkat.
13. Hindarkan pipa knalpot dari air hujan
         Pasanglah sambungan pipa elbow atau raincap untuk mencegah air hujan masuk ke dalam pipa knalpot. Buanglah air yang masuk ke knalpot secara rutin melalui drain plug di bagian bawah knalpot (genset silent type).
14. Berhati-hatilah terhadap kebakaran
         Bahan bakar dan minyak pelumas adalah bahan yang mudah terbakar. Jagalah jangan sampai minyak berceceran di sekitar genset. Jagalah kebersihan bagian dalam genset (lapisan peredam) karena mudah terbakar jika terkontaminasi minyak. Jauhkan genset dari lingkungan kerja yang banyak menggunakan api.
2.3        Perawatan Pada Mesin Genset
               Prosedur pemeliharaan genset terdiri dari 2 bagian, yaitu Preventive Maintenance dan Corrective Maintenance.
·         Preventive Maintenance
Yaitu pemeliharaan rutin yang dilakukan pada genset, ATS dan Fuel System. Kunjungan perawatan ini dilakukan 1 kali sebulan.
·         Corrective Maintenance
Kunjungan perawatan yang dilakukan di luar jadwal, yang biasanya diakibatkan adanya kondisi gangguan darurat yang terjadi pada mesin genset.
Berikut adalah rincian yang mendetail dari bidang perawatan genset, antara lain:
·         Ganti oli
·         Ganti oli filter
·         Bersihkan tangki oli dan sedimen di bagian bawah tangki oli.
·         Periksa apakah pipa minyak mengalami kebocoran atau distorsi, dan ganti jika perlu.
·         Periksa pipa dalam sistem pendingin, dan memastikan bahwa tidak terjadi kebocoran air.
·         Periksa dan memastikan kapasitas baterai memadai.
·         Periksa terminal kabel baterai, dan memastikan tidak ada karat dan sambungan kabel yang dapat diandalkan.
·         Periksa dan memastikan setiap baut dan mur tidak ada yang longgar.
·         Periksa tingkat abrasi dari sabuk pengangkutan.
·         Periksa dan memastikan kembali apakah kapasitas baterai telah memadai.
·         Menyalakan genset, kemudian memeriksa peralatan tersebut dan menangani kesalahan abnormal, seperti :
1.      Periksa parameter yang ditampilkan pada LCD termasuk daya keluaran, tegangan, arus, frekuensi, kecepatan putar, tekanan oli, dan suhu air.
2.      Periksa apakah generator diesel mempunyai kebocoran (seperti kebocoran minyak, kebocoran air, dan kebocoran gas).
3.      Periksa apakah unit mempunyai getaran yang normal.
·         ATS pemeliharaan :
1.      Periksa dan memastikan sambungan kabel masing-masing dapat diandalkan.
2.      Periksa dan memastikan kontak saat ini dalam status kerja yang normal.
3.      Melakukan test dan memastikan otomatis beralih fungsi dari ATS adalah normal.
·         Periksa dan pastikan fungsi AMF adalah normal.
·         Periksa dan memastikan fungsi auto minyak saat pasokan normal.
·         Mengubah udara filter.
·         Mengubah filter bahan bakar.
·         Periksa dan memastikan tangki air radiator bersih.
·         Periksa bantalan kipas dan lumasi bantalan jika diperlukan.
·         Periksa apakah lapisan kabel generator rusak dan mempunyai resiko kebocoran, mengubah kabel jika diperlukan dan memeriksa setiap terminal kabel.
·         Mengukur dan mencatat ketahanan gulungan dan menjamin isolasi genset.
·         Bersihkan sistem pendingin, mengubah cairan pendingin dan filter pendingin cair.
·         Periksa tingkat abrasi kipas, pompa dan sabuk menyampaikan generator dan menggantikan mereka jika perlu.
·         Lumasi bantalan generator AC’s.
·         Menyediakan bahan yang diperlukan untuk menjaga generator, termasuk minyak, filter oli, filter udara, minyak dan pemisah air, pendingin cair, dan pendinginan filter cair.

Maintenance (perawatan) genset dilakukan dalam berbagai tahapan menurut pemkaian dari waktu pakai (jam) dan biasa disebut dengan running hour terbagi dalam beberapa jenis perawatan:
Penggantian rutin oli            : Min 540 jam
Penggantian filter                 : 1620 jam
Penggantian filter udara       : 1080 jam

·         Dengan masa garansi habis 
Penggantian rutin oli            : Min 540 jam
Penggantian filter                 : 1620 jam
Penggantian filter udara       : 1080 jam
2.4    Overhoul Genset         
Overhoul genset adalah masa pemakaian pada genset. Yang harus dilakukan pada masa pemakaian 5000 jam ( overhoul ringan / top overhoul) antara lain:
·         Pengecekan gasket
·         Pengecekan kebocoran (oli, air, dsb.)
·         Penggantian filter (oli filter, feul filter)
·         Pengecekan fan belt.
·         Pengecekan kompresi.
Dalam masa ini pula bisa terjadi kerusakan dan tergantung dari kondisi pemakaian dan kapasitas tenaga yang telah dihasilkan.
Dalam perawatan mesin genset, juga dikenal general overhoul. Ini dilakukan apabila engine telah mencapai 12000 jam. General overhoul sudah dilakukan karena alasan sebagai berikut:
1.      Kondisi engine tidak stabil seperti baru.
2.      Kinerja engine menurun hingga 80 % disebabkan karena komponen genset sudah aus.
3.      Untuk mengembalikan kinerja engine 80 %.
4.      Dengan ausnya komponen yang setiap part hampir 45% yang disebabkan adanya gesekan.
5.      Menghindari major / serious damage.
6.      Terjadinya mesin boros karena kinerja dari tiap part terjado keausan sehingga tenaga mesin tidak maksimal.
7.      Bisa memberikan efisiensi karena bahan bakar yang disuplai untuk engine lebih hemat.
8.      Karena filter solar kotor.

Cakupan kerja dalam general overhoul genset antara lain :


7.      Penggantian filter-filter





12.  Sevice radiator



16.  Pengecekan generator

17.  Perangkaian engine













BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
a.Seringnya terjadi kerusakan pada mesin genset sebagian besar karena adanya paksaann saat pemakaian, dimana mesin genset terus menerus dihidupkan untuk memperoleh listrik.
b.Pada mesin genset umumnya komponen-komponen hampir sama dengan mesin sepeda motor, yang membedakan hanya mesin genset memutar generator untuk menghasilkan listrik sedangkan pada sepeda motor untuk memutar roda gigi.
c. Sebagian orang hanya mengetahui bagaimana menghidupakan dan mematikan mesin genset tanpa mengetahui apa-apa saja kerja yang berbahaya untuk jangka lama pemakaian, seperti lamanya penggunaan dan besarnya penggunaan daya listrik yang diperlukan. Sehingga mesin selalu dalam performa maksimal yang sangat mempercepat kerusakan.



Tuesday, June 25, 2019

PERAWATAN MESIN KAPAL LAUT


MAKALAH TUGAS KELOMPOK
PERAWATAN MESIN KAPAL LAUT


 







Disusun Oleh:
                                    NAMA            : 1. FAUZAN SAPUTRA (22416722)
  2. M. ALVIN R.B (                    )
                                    KELAS           : 3IC05



TEKNIK PERAWATAN MESIN (SOFTSKILL)
JURUSAN TEKNIK MESIN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
2019






BAB I
PENDAHULUAN

1.1.       Latar Belakang
Sistem perawatan yang terencana termasuk perbaikan mesin-mesin dan kapal adalah suatu pedoman utama pelaksanaan perawatan dan perbaikan kapal, baik yang dilakukan oleh anak buah kapal maupun perusahaan kontraktor yang ditunjuk oleh divisi teknik untuk memperbaiki kapal.
Repair and maintenance docking merupakan komponen-komponen pelaksanaan perawatan dan perbaikan rutin kapal. Melalui sistem perawatan yang terencana pula dilakukan pengawasan terhadap mesin-mesin baik mesin utama maupun mesin bantu. Sudah tentu masalah besarnya biaya yang dikeluarkan dalam perbaikan dan perawatan kapal akan berpengaruh terhadap laba perusahaan dan kinerja kapal motor itu sendiri, karena anak buah kapal tidak akan bisa bekerja tanpa didukung dengan peralatan-peralatan yang diperlukan.
Kapal dapat laut membutuhkan perawatan dan perbaikan terutama mesin-mesin, lambung kapal, bagian ruang muat, tanki ballast, alat-alat bongkar muat, alat-alat keselamatan dan alat-alat navigasi, agar kapal selalu berada di lautan dan dapat mengangkut serta memindahkan orang dan barang dari satu pelabuhan ke pelabuhan yang lain dan mesin-mesin selalu berjalan lancar dan tahan lama meskipun dalam kondisi cuaca yang buruk. Dalam mendukung proses pengoperasian kapal diperlukan suatu penanganan yang baik dalam perawatan, agar kapal tersebut dapat lancar dalam pengoperasiannya sesuai dengan yang diinginkan.
Dengan kata lain perawatan adalah salah satu hal yang penting untuk menunjang beroperasinya kapal dan kinerja kapal motor perawatan atau pemeliharaan adalah suatu kegiatan yang perlu dilaksanakan terhadap seluruh obyek baik non-teknis meliputi manajemen dan sumber daya manusia agar dapat berfungsi dengan baik teknis meliputi suatu material atau benda yang bergerak ataupun benda yang tidak bergerak, sehingga material tersebut dapat dipakai dan berfungsi dengan baik serta selalu memenuhi persyaratan internasional. Kegiatan yang diperlukan untuk mempertahankan manajemen dan material sampai pada suatu tingkat kondisi tertentu.Segala macam kegiatan yang ditunjukan untuk menjaga agar kapal selalu berada dalam kondisi baik laik laut dan dapat dioperasikan untuk pengangkutan laut pada setiap saat degan kemampuan diatas kondisi minimum tertentu. Struktur fungsional suatu perusahaan pelayaran dengan tegas memberikan tanggungjawab "Perawatan dan Perbaikan Mesin Kapal" kepada manajer armada yang pelaksanaannya dibantu oleh beberapa assisten manajer.

1.2.       Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini yaitu untuk mengetahui beberapa hal yang perlu diketahui yaitu :.
1.      Untuk menyampaikan tentang bagaimana tahapan untuk memperbaiki mesin kapal.
2.      Mengetahui pentingnya perbaikan & perawatan mesin kapal

1.3.       Rumusan Masalah
Pada penulisan makalah ini terdapat masalah mengenai perbaikan dan perawatan mesin kapal mulai dari persiapan hingga tahap pelaksanaan.


BAB II
LANDASAN TEORI

2.1. Pengertian Perawatan
 Perawatan atau Pemeliharaan adalah suatu kegiatan yang perlu dilaksanakan terhadap seluruh obyek baik Non – Teknis meliputi manajemen dan sumber daya manusia agar dapat berfungsi dengan baik dan teknis meliputi suatu material atau benda yang bergerak ataupun benda yang tidak bergerak, sehingga material tersebut dapat dipakai dan berfungsi dengan baik serta selalu memenuhi persyaratan internasional. Perawatan juga diartikan sebagai kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk mempertahankan manajemen dan material sampai pada suatu tingkat kondisi tertentu.
2.2.       Pengertian Perawatan Kapal
Perawatan kapal dalam arti luas, meliputi segala macam kegiatan yang ditujukan untuk menjaga agar kapal selalu berada dalam kondisi baik laut (sea worthyness) dan dapat dioperasikan untuk pengangkutan laut pada setiap saat dengan kemampuan diatas kondisi minimum tertentu. Sistem Perawatan Berencana adalah salah satu sarana untuk menuju kepada perawatan kapal yang lebih baik.

2.3.       Tujuan Perawatan Pada Kapal
1.    Mengoptimalkan daya dan hasil guna material sesuai fungsi dan manfaatnya (efficiency material)
2.    Mencegah terjadinya kerusakan berat secara mendadak (breakdown), serta mencegah menurunnya efisiensi.
3.    Mengurangi kerusakan yang mendadak atau pengangguran waktu berarti menambah hari-hari efektif kerja kapal (commission days).
4.    Mengurangi jumlah perbaikan dan waktu perbaikan pada waktu kapal melaksanakan perbaikan Dok tahunan (economical cost)
5.    Menambah pengetahuan awak kapal dan mendidik untuk memiliki rasa tanggung jawab serta disiplin kerja (sence of belong). Kapal tidak akan memenuhi persyaratan standar internasional dan dinyatakan tidak layak apabila tanpa dilandasi dengan pemahaman, pendalaman dan pelaksanaan pada standar yang di haruskan.

2.4. Peraturan-Peraturan Pada Kelayakan Kapal
1.      IMO the SOLAS, Chapter II-1, Part C & E : Machinery and Electrical Installation.
2.      Sistem manajemen perusahaan pelayaran (shipping management system).
3.      Sistem perawatan terencana (planned maintenance system) dengan pemahaman bahwa permesinan di kapal merupakan salah satu “Asset Termahal” dalam perusahaan pelayaran.



BAB III
PEMBAHASAN

3.1.   Pengertian Perawatan
Perawatan kapal dapat diartikan sebagai suatu usaha atau kegiatan yang dilakukan terhadap kapal untuk mencegah terjadinya kerusakan dan mengembangkan kepada kondisi yang lebih baik. Pekerjaan perbaikan kapal dibutuhkan jika ada kerusakan yang terjadi, karena usia kapal yang bertambah dan ausnya bagian-bagian dari konstruksi kapal, sehingga berakibat berkurangnya kemampuan kapal. Seperti diketahui, bahwa perwatan memerlukan penanganan yang baik dan memerlukan biaya yang cukup mahal, sehingga perusahaan pelayaran akan selalu mengusahakan untuk menekan biaya.
Dalam pengoperasian kapal juga banyak terdapat kendala-kendala yang sering dihadapi, karena masih ada pemilik kapal yang selalu memperhatikan atau memperhitungkan bahwa perawatan bagian-bagian dari kapal secara rutin merupakan suatu pemborosan, sehingga aspek-aspek penerapan manajemen rencana perawatan kapal perlu diterapkan sepenuhnya dan dikendalikan seefisien mungkin. Suatu aktifitas dan perbaikan mesin yang perlu dilaksanakan terhadap seluruh obyek baik teknis, meliputi seluruh material atau benda yang bergerak atau tidak bergerak sehingga material tersebut dapat dipakai dan berfungsi dengan baik serta selalu memenuhi persyaratan Standar Internasional dan non teknis.
Meliputi manajemen dan sumber daya manusia agar dapat berfungsi dengan baik. Kegiatan yang diperlukan untuk mempertahankan manajemen dan material sampai pada suatu tingkat kondisi tertentu.Segala macam kegiatan yang ditunjukan untuk menjaga agar kapal selalu berada dalam kondisi baik laik laut dan dapat dioperasikan untuk pengangkutan laut pada setiap saat degan kemampuan diatas kondisi minimum tertentu.

3.2.       Metode Perbaikan & Perawatan Mesin
1.    Perawatan Insidentil (Breakdown Repair)
Perawatan Insidentil artinya kita membiarkan mesin terus menerus sampai rusak (Down Time), baru kemudian dilaksanakan perawatan dan perbaikan (Break down repair). Strategi perawatan insidentil dalam teorinya tidak disarankan, namun kenyataannya sering terjadi di kapal, karena berbagai alasan antara lain :
a.    Tidak mengacu standar perawatan dan perbaikan kapal (PMS) sesuai dengan Manual Instruction Book.
b.     Tidak adanya kepedulian / kepekaan para pengawas terhadap ketidak – teraturan pelaksanaan pekerjaan perawatan.
c.      Tidak adanya bukti-bukti terjadi kerusakan-kerusakan, kekurangan sebelumnya, kapal menganggur dan kerugian-kerugian lainnya.
d.   Tidak tersedianya suku cadang yang cukup untuk setiap pesawat / mesin, sehingga memhambat waktu operasi kapal pada saat menunggu pengadaan suku cadang tersebut.
e.     Banyak data-data yang dilaporkan dari kapal ke darat (kantor), namun sedikit saja yang diproses untuk manfaat perawatan dan perbaikan kapal.
2. Perawatan Berencana (Plan Maintenance)
Perawatan Berencana artinya kita sudah menentukan dan mempercayakan kepada seluruh prosedur perawatan yang dibuat oleh ”MAKER” melalui Manual Instruction Book, untuk dilaksanakan dengan benar, tepat waktu dan berapapun biaya perawatan yang akan dikeluarkan tidak menjadi masalah, demi mempertahankan operasi kapal tetap lancar tanpa pernah menganggur dan memperkecil / mencegah kerusakan yang terjadi (Life Time). Beberapa keuntungan-keuntungan perawatan berencana yang dilaksanakan dengan baik dan benar, antara lain :
a.       Memperpanjang waktu kerja unit pesawat / mesin dan mempertahankan nilai penyusutan pada kapal
b.      Kondisi material pada pesawat / mesin dapat dipantau setiap saat oleh setiap pengawas atau personil di darat, hanya dengan melihat pelaporan administrasi perawatan.
c.        Dengan tersedianya suku cadang yang cukup, maka pada saat ada perawatan dan perbaikan tidak kehilangan waktu operasi.
d.      Operasi kapal lancar dengan memberi rasa aman dan tenang pikiran kepada semua personil kapal dan manajemen darat bahwa semua pesawat / mesin bekerja secara optimal, normal dan terkontrol dengan benar.
e.       Walaupun biaya perawatan sangat besar, namun semua itu dapat diperhitungkan sesuai anggaran biaya perawatan dan diperkirakan paling sedikit ada penghematan biaya sebesar 20%.
3. Perawatan Pencegahan (Prevention Maintenance)
Pengertian pencegahan lebih baik daripada menunggu kerusakan yang lebih berat, adalah merupakan suatu pemahaman yang harus benar-benar tertanam pada setiap orang yang bertanggung jawab atas suatu perawatan. Perawatan pencegahan adalah bagian dari pelaksanaan pekerjaan perawatan berencana yang bertujuan untuk :
a.       Memantau perkembangan yang terjadi pada hasil pekerjaan perawatan secara terusmenerus sampai batas nilai-nilai yang diijinkan.
b.       Menemukan kerusakan dalam tahap yang lebih dini, sehingga masih ada kesempatan untuk merencanakan pelaksanaan waktu perawatan.
c.       Mencegah terjadinya kerusakan atau bertambahnya kerusakan, yang dapat mengakibatkan terhentinya operasi kapal. ü Suatu tugas yang perlu dilakukan agar kita dapat menelusuri jalannya kerusakan terhadap nilai keselamatan dan nilai ekonomis kapal.
4. Perawatan dan Perbaikan (Repair and Maintenance)
Perawatan dan perbaikan adalah bagian dari pelaksanaan pekerjaan perawatan berencana yang bertujuan untuk :
a.       Memperbaiki setiap kerusakan yang terpantau, walaupun belum waktunya dilaksanakan perbaikan.
b.      Mencegah terjadinya kerusakan atau bertambahnya kerusakan yang lebih besar.
5. Perawatan Periodik (Period Maintenance)
Perawatan periodik adalah bagian pelaksanaan pekerjaan perawatan pencegahan yang dilakukan secara periodik berdasarkan waktu kalender atau jam kerja dengan mengacu kepada Manual Instruction Book, yaitu :
a.       Perawatan yang dilaksanakan secara waktu kalender :
1)   Perawatan secara rutin (daily)
2)   Perawatan secara mingguan (weekly)
3)   Perawatan secara bulanan (monthly)
4)   Perawatan secara Tiga bulan (quarterly)
5)   Perawatan secara tahunan (yearly / annual survey) dan
6)   Perawatan secara lima tahunan (special survey)
b.      Perawatan yang dilaksanakan secara jam kerja :
Perawatan setiap 250 jam sekali, Setiap 500 jam, setiap 1000 jam, 2000 jam, 4000 jam, 8000 jam, 10000 jam, dan seterusnya, terhitung setelah selesai perbaikan (overhaul).
Macam-macam rencana kerja guna perawatan dan perbaikan permesinan, yaitu :
1)      Rencana kerja berdasarka kondisi mesin yang sudah memerluka perawatan dan perbaikan, misal : mesin – mesin yang sudah dalam keadaan rusak, sedangkan yang masih bekerja baik belum perlu dirawat (rencana kerja warisan).
2)      Rencana kerja berdasarkan prioritas pada mesin-mesin yang penting, yang langsung berkaitan dengan operasi kapal, misal : mesin induk, genset, mesin kemudi, ketel uap, dll (rencana kerja prioritas).
3)      Rencana kerja berdasarkan jam kerja yang sudah waktunya dilakukan perawatan dan perbaikan, walaupun mesin masih bekerja baik namun sudah waktunya harus di over haul, mencegah terjadinya kerusakan (rencana kerja terencana).
4)      Rencana kerja berdasarka kondisi suku cadang yang masih ada diatas kapal , yaitu : hanya mesin-mesin yang mempunyai suku cadangyang cukup saja yang mendapatkan perawatan dan perbaikan (rencana kerja kondisi).
5)      Rencana kerja menunggu apabila terjadi kerusakan, baru dilaksanakan perawatan dan perbaikan, walaupun kapal harus mengalami penundaan operasi.

3.3.   Tahap Perbaikan & Perawatan Motor Penggerak Utama
Tahapan – tahapan perawatan dan perbaikan mesin penggerak utama, yang popular dalam bahasa permesinan adalah Top Overhaul dan Major Overhaul

3.3.1. Top Overhaul
Top Overhaul adalah tahapan pertama perawatan dan perbaikan untuk pembersihan, pemeriksaan, pengukuran, penganalisaan, penggantian baru pada semua bagianbagian/material mesin yang di Overhaul.
1.      Top Overhaul meliputi material :
a.      Kepala Silinder (Cylinder Head / Cylinder Cover).
b.      Penekan Katup lengkap (Rocker Arm Bush, Pin, Bolts).
c.       Batang Pendorong Rocker Arm (Push Rod for rocker arm).
d.      Katup Buang lengkap (Exhaust Valve Spindle, Seat).
e.       Bushing batang Katup buang / masuk (Guide bush for Exh & Inlet).
f.       Katup Penunjuk Pembakaran (Indicator Cock Set).
g.      Katup Keamanan (Safety Valve Set).
h.      Katup Udara Penjalan (Air Starting Valve Set).
i.        Pengabut Bahan – bakar (Fuel Oil Injector Set).
j.        Pompa Bahan – baker (Fuel Oil Injector Pump).
k.  Ruang Pendingin Udara Pembilas (Air Scavanging Cooler). Pompa Udara Bilas (Air Scavanging Blower).
l.  Sistem Udara Pengontrol (Pneumatic Control System) o Sistem Pengaman (Safety Devise System) o Alat-alat Pengukur Panas (Thermometers)
m.    Alat-alat Pengukur Tekanan (Pressure Gauge / Manometer)
n.      Penggantian MInyak Pelumas (Lube Oil Crankcase Renew)
o.      Pemeriksaan Baut dan Mur Ruang Engkol (Bolt & Nut Inspection)
p.      Kunci – kunci / peralatan khusus (Special Tools) dan lainnya.

2.      Penjelasan Top Overhaul :
Kepala Silinder (Cylinder Head/Cylinder Cover) Kepala silinder merupakan salah satu bagian dari mesin yang sangat penting, dimana fungsi pertama bagian ini sebagai tempat terjadinya tekanan dan ledakan hasil usaha dari setiap silinder mesin. Fungsi kedua adalah untuk menempatkan seluruh bagian / peralatan penting lainnya seperti tertulis pada pekerjaan Top Overhaul tersebut.
3.      Perawatan dan Perbaikan :
a.       Menjaga seluruh ruangan pendingin didalam kepala silinder tetap bersih, pastikan terisi penuh dengan air pendingin, jangan sampai terjadi adanya ”udara” terjebak didalamnya, hal ini dapat menyebabkan keretakan pada kepala silinder tersebut.
b.       Menjaga suhu air pendingin tetap stabil pada saat mesin penggerak utama bekerja ataupun sedang tidak bekerja, hal ini juga dapat menyebabkan keretakan pada kepala silinder.
c.       Seluruh permukaan dudukan (setting) kepala silinder, katup-katup yang menempel harus selalu dalam keadaan rata dan bersih, sebab kerusakan pada salah satu bagian permukaan ini dapat mengakibatkan rusaknya 1 unit kepala silinder
d.      Penekan Katup lengkap (Rocker Arm Bush, Pin, Bolts).Penekan Katup Lengkap ini merupakan bagian kecil yang paling banyak bergerak melayani pembukaan dan penutupan katup buang dan katup masuk, sehingga gesekan yang juga sangat banyak dan menimbulkan keausan-ausan yang tidak merata, perawatannya dengan sistem pelumasan yang cukup dan lancar.
e.       menjaga sistem minyak pelumasan yang cukup dan lancar untuk seluruh bagian Rocker Arm tersebut. karena pada mesin dengan putaran per menit antara 720 – 1800 Rpm, maka dapat dibayangkan dalam waktu 1 (satu) menit bagian-bagian yang bergesekan menerima beban sampai 720 – 1800 kali gesek.
f.       Pada jadwal dilakukannya perawatan Top Overhaul, maka seluruh bagian Rocker Arm ini harus diperiksa dengan teliti dan bila perlu adakan pergantian material baru. Keausan pada Bush & Pin walaupun hanya sedikit atau sangat kecil, akan berdampak langsung kepada penyetelan ”Clearence” katup buang dan katup masuk, maka akibatnya dapat terjadi kerugian pembakaran didalam silinder.
g.      Pengukuran atau penyetelan jarak kelonggaran (clearence) pada katup buang dan katup masuk tergantung dari besar kecilnya tenaga mesin dan pabrik pembuatnya. Pengalaman dari beberapa instruction book pada mesin dibawah 5.000 HP. Menunjukkan antara 0,15 – 0,35 milimeter dan mesin diatas 5.000 HP (umumnya 2 tak) menunjukan antara 0,30 – 0,50.

3.3.2.      Major Overhaul
Major Overhaul adalah tahapan kedua perawatan dan perbaikan untuk pembersihan, pemeriksaan, pengukuran, penganalisaan, penggantian baru pada semua bagianbagian/material mesin yang bergerak. Pelaksanaaannya dilakukan pada saat mesin sudah bekerja sudah mencapai antara 8.000 jam kerja – 16.000 jam kerja.
1.      Major Overhaul meliputi material :
a.       Semua material yang dikerjakan pada saat Top Overhaul.
b.      Semua material dan semua bagian-bagian yang bergerak pada mesin diesel tersebut yaitu :
c.       Pelapis Silinder (Cylinder Liner)
d.      Torak & Ring Torak (Piston & Piston Ring)
e.       Kepala Silang (Cross Head)
f.       Batang Torak (Connecting Road)
g.      Metal Jalan(Crank Pin Bearing)
h.      Poros Engkol (Crank Shaft Journal)
i.        Metal Duduk (Main Bearing)
j.        Poros Nok & Penggeraknya (Camshaft & Diving Divices)
k.      Turbin Gas Buang (Turbo Charger)
l.        Pompa Bahan-bakar (Fuel Oil Injection Pump)
m.    Pendingin Udara Pembilas (Air Scavanging Cooler)
n.      Pompa Udara Bilas (Air Scavanging Blower)
o.      Poros Penerus & Metal (Intermediate Shaft & Bearing)
p.      Sistem Udara Pengontrol (Pneumatic System Control)
q.      Sistem Pengaman (Safety Device System)
r.        Alat-alat Pengukur Panas (Thermometers)
s.       Alat-alat Pengukur Tekanan (Pressure Gauge / Manometer)
t.        Kunci – kunci / Peralatan Khusus (Special Tolls)
u.      Panel Kontrol (Engine Control Panel) dan lainnya.

2.      Penjelasan Perawatan Major Overhaul.
Major Overhaul adalah salah satu tindakan atau bagian penting dari suatu sistem perawatan dan perbaikan yang dilakukan pada semua Motor Diesel untuk semua type dan jenis dari pabrik manapun.
Tujuan utama dilaksanakan perawatan dan perbaikan Major Overhaul ini antara lain adalah :
a.       Mengembalikan kondisi ”performance” semula mesin (diesel) yang sudah bekerja dan berjasa melakukan langkah-usaha antara 8.000 – 16.000 jam kerja dengan menggunakan banyak komponen yang bergerak, sudah seharusnya dilakukan penggantian material yang 100% baru, sehingga diharapkan ”performance” Mesin dapat kembali normal seperti 95% baru.
b.      Dalam kenyataannya dilapangan tidak semua dilakukan penggantian material baru, terutama material yang kondisinya masih cukup baik dan belum melebihi ambangbatas maksimum yang diijinkan, artinya material tersebut masih layak untuk dipakai dalam kondisi antara70% - 80% (misal : Cylinder Liner, Cylinder Head, piston, spring, Exhaust & Intake Valves), sehingga diharapkan ”performance” mesin hanya dapat mencapai sekitar 70% saja.
c.       Kondisi pada Item tersebut diatas adalah yang paling banyak dilakukan dilapangan/di kapal, dengan banyak pertimbangan bahwa perusahaan tidak menghendaki antara lain :
1)      Biaya perawatan dan perbaikan yang besar
2)      Kecepatan kapal yang maksimum
3)      Perawatan dan perbaikan sesuai dengan Running Hours
4)      Pengawasan perusahaan dan Class yang ketat
5)      Safety Management yang terlalu formal











SUMBER : FAUZI IMAM HIDAYAT. TUGAS PRAKTEK GALANGAN KAPAL. UNIVERSITAS DIPONOGORO. SEMARANG